//
you're reading...
ASPIRASI

Pertunjukan “Negara Parodi” di awal tahun berjudul “Naiknya Harga LPG”

Perayaan awal tahun 2014 kali ini ternyata di isi dengan pertunjukan negara parodi yang mengangkat tema mengenai kenaikan harga LPG 12kg. Negara parodi adalah kelompok parodi yang memiliki banyak anggota yang memerankan berbagai peran layaknya dalam sebuah negara, yaitu ada yang memerankan sebagai seorang presiden beserta perangkat legislatifnya, DPR dan MPR beserta kelengkapan fungsi didalamnya, dan fungsi-fungsi yudikatif serta kelompok lain yang melengkapi negara seperti rakyat dalam berbagai perannya.

Dalam episode awal tahun ini, dimulai dengan munculnya seorang yang berperan sebagai kepala badan perminyakan dan gas nasional (bayakganas). Beliau mengumumkan bahwa karena bayakganas selalu rugi dan memiliki beban hutang banyak maka awal tahun ini harga LPG 12kg dinaikkan 60%, dan memaparkan banyak sekali data pendukung dinaikkannya harga LPG ini. Penonton dibuat terkesima oleh pertunjukan pembuka ini. Data yang disampaikan di bungkus dengan argumenasi yang sangat rapi seolah inilah keputusan akhir yang terbaik.

Belum hilang rasa terkesimanya penonton, dari panggung pertunjukan ini muncul sebuah adegan tembak menembak layaknya perang yang dilabeli perang melawan teroris. Semua tersangka ditembak mati tanpa disisakan sedikitpun seperti biasa, hingga tidak ada yang pernah mengetahui apakah mereka benar-benar teroris karena tidak mungkin muncul pembelaan dari mulut mereka sebagai salah satu kelengkapan perangkat hukum yang layaknya berlaku dan menjadi hak mereka.

Adengan ini di lanjutkan dengan gelarnya semua barang bukti operasi yang diberi label operasi pemberantasan teroris. sekali lagi semua keterangan hanya keluar dari pihak Polisi tanpa ada seorang pun dari pihak yang diklaim sebagai teroris melakukan pembelaan.

Benar-benar adegan selingan ini mampu meredam gejolak rakyat Negara parodi sesaat setelah adegan pengumuman kenaikan LPG 12kg sebelumnya. Pertunjukan Negara parodi ini tidak bisa di beri nama parody tanpa adanya adengan-adengan yang menggelikan dan mengundang gelak tawa penonton.

Penonton mulai tersenyum simpul melihat bagaimana pengumuman kenaikan harga LPG 12Kg ini yang dipaparkan dengan data yang seolah-olah menyakinkan mulai menghasilkan gejolak yang luarbiasa. Harga LPG 12kh meroket dari 80 ribuan menjadi 130 ribu, bahkan dibeberapa daerah sampai menembus 300 ribu. Senyum penonton mengembang karena bagaimana mungkin orang-orang yang seolah-oleh cerdas itu mengabaikan berbagai hal yang pasti terjadi seperti harga jadi tidak bisa terkendali, kenaikan harga-harga kebutuhan lain dimasyarakat, beralihnya rakyat dari penggunaan lpg 12 kg menjadi 3 kg, berkurangnya ketersediaan LPG 3 Kg,

Senyum penonton semakin lebar saat gejolak yang terjadi itu memaksa lakon wakil presiden dan beberapa menteri mengadakan rapat mendadak khusus membahas masalah kenaikan LPG 3kg ini sampai 3 jam dengan beberapa menteri yang tidak menghasilkan apa2. Penonton tersenyum lebar karena bagaimana mungkin masalah yang jelas-jelas sangat mempengaruhi hajat hidup rakyat ini tidak dibahas dengan baik jauh hari sebelumnya tapi dibahas mendadak dengan lakon seolah-olah mereka masih memperhatikan rakyatnya padahal tidak.

Penonton mulai tertawa saat beberapa menteri terkait menyatakan tidak tahu mengenai kenaikan harga LPG 12kg ini, padahal mereka adalah mentri yang terkait dengan masalah ini. Penonton ini jadi tertawa karena bagaimana mungkin menteri2 terkait ini berlagak pilon seolah2mereka tidak tahu padahal merekalah yang semestinya mengetahui dan melakukan koordinasi dengan baik untuk mendapatkan solusi permasalahan yang dihadapi.

Saat lakon presiden tampil seolah-olah memihak rakyat dengan menyatakan Harga LPG harus di evaluasi dalam waktu 1 x 24jam, Penonton pun jadi terbahak bahak, bagaimana mungkin seorang presiden yang mengepalai cabinet dan membawahi beberapa mentri terkait bidang ini menyatakan tidak tahu mengenai masalah ini, bahkan mengultimatum pembantu-pembantunya untuk melakukan revisi harga.benar2 adegan ini membuat tawa penonton menjadi pecah.

Pentunjukan ini dipungkasi dengan adegan rapat marathon mentri-mentri terkait yang menghasilkan keluarnya keputusan bahwa LPG 12kg hanya dinaikkan 1000/kg sehingga lagi-lagi adegan pamungkas ini menjadikan penonton terkekeh-kekeh. Karena bagaimana mungkin Negara parody yang katanya besar itu dikelola seperti mengelola sebuah RT dan dengan sangat tidak professional.

Banyak penonton keluar dari arena pertunjukan ini dengan raut muka yang masih menyisakan kegelian atas semua adegan pentunjukan Negara parody pada episode awal tahun ini.

Iklan

About fsolihin

Lahir di desa kecil pintu gerbang Madura mengalirkan semangat kuat untuk berusaha maju, berbekal sedikit pengalaman dirantau, memberanikan diri berbagi demi kemajuan tanah kelahiran. Saat ini menjadi salah satu tenaga pendidik di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura demi merangkai asa dan cita untuk ikut serta dalam membangun bangsa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: