//
you're reading...
BASABASI

SURAT BUAT TUHAN

Lencho, seorang petani sederhana yang frustasi karena tanaman jagung dan kacangnya habis digasak badai salju. Saking frustasinya, akhirnya ia mengirim surat kepada Tuhan karena ia menganggap hanya Tuhanlah yang bisa menolongnya dari ancaman kelaparan tahun ini.

“Tuhan”, tulisnya. “Kalau engkau tak menolongku, maka aku dan keluargaku akan kelaparan tahun ini. Aku membutuhkan seratus peso agar bisa menanami ladangku kembali dan menyambung hidup sampai datangnya musim panen, karena badai itu…”. Ia lalu menuliskan “Buat Tuhan”, di amplop, memasukkan lembar surat ke dalamnya, dan membawanya ke kantor pos keesokan harinya dengan tampang seperti seekor jago kalah perang.

Tukang pos yang membaca surat itu terbahak-bahak. Selama kariernya sebagai pegawai pos, belum pernah tahu ia dimana alamat Tuhan. Atasannya pun ikut tertawa, tapi segera serius kembali begitu menyadari penulisnya tentu seseorang yang tebal imannya kepada Tuhan. Kepala pos yang baik hati itu bermaksud membalas surat aneh tersebut. Ia pun kemudian merelakan sebagian gajinya. sisanya dimintakan kepada anak buahnya secara sukarela. Lantaran sulit mengumpulkan seratus peso,maka apa boleh buat, tujuh puluh peso pun jadi. Lumayan buat menghibur yang lagi duka nestapa.

Minggu berikutnya Lencho datang lagi ke kantor pos, menanyakan apakah kiriman Tuhan telah sampai. Dengan puas si tukang pos memberikannya. Lencho, yang begitu yakin akan kemurahan Tuhan, tak tampak heran. Ketika membuka amplop wajahnya malah kelihatan kerut-marut.

Ia lalu menulis lagi surat pendek, dan seperti sebelumnya, dimasukkannya surat itu ke dalam amplop.Setelah ditulis alamat Tuhan, ditempel perangko dan dimasukkan ke dalam kotak surat, ia pun mencolot pulang.

Kepala pos, yang merasa bangga telah beramal, bergegas membukanya. Dalam hati ia membaca, “Tuhan, dari jumlah yang kuminta, hanya tujuh puluh peso yang sampai di tanganku. Kirimkanlah sisanya, sebab aku sangat memerlukannya. Tapi jangan Kau kirim melalui pos, karena pegawai pos itu KORUPTOR”.

—Noname—

Iklan

About fsolihin

Lahir di desa kecil pintu gerbang Madura mengalirkan semangat kuat untuk berusaha maju, berbekal sedikit pengalaman dirantau, memberanikan diri berbagi demi kemajuan tanah kelahiran. Saat ini menjadi salah satu tenaga pendidik di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura demi merangkai asa dan cita untuk ikut serta dalam membangun bangsa

Diskusi

4 respons untuk ‘SURAT BUAT TUHAN

  1. cerita yg bapak sajikan slalu memiliki nilai2 yg dalem banged,he2…

    Posted by Azalea | 17 April 2009, 12:42 am
  2. gampang-gampang susah saya memaknai…
    so, endingnya..
    wadawh, malah binun nih Pak…
    ;))

    kalawa boleh ku nambah “azalea” ==> terlalu dalem

    Posted by sho_med_sho_iem | 22 April 2009, 8:35 am
  3. tulunk dunk Pak, kasi tau kata kuncinya
    apa yg dpt qta petik?

    tu yg saya tangkap;
    yg ngasi bantuan ke pateni kuk malh serba salah

    ?=#$?![-\(

    Posted by sho_med_sho_iem | 22 April 2009, 8:42 am
  4. buat saya, tulisan ini subhanallah menarik dan memeilii makna tersendiri. Seorang petani yang dengan lugunya.., mengirimkan sebuah surat pada Tuhan. Dan seorang POS yang tahu akan hal itu.., seakan dya ber amal, menyiskan sebagian gajinya.., tp apa.. tnyta dibalik itu semua mengisahkan maslh sosial politik yg saat ini lg gncar2 nya.., hahahaha…

    KORUPTOR,,astaghfirlah..
    smoga qta smw tdk masuk didlamnya, amin.

    Posted by uni_rifin | 16 Maret 2011, 11:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: