//
you're reading...
INSPIRASI

MEMPERHALUS AKAL

Di dalam mamang pepatah orang tua-tua telah bertemu hikayat bagaimana memandang ujung dengan pangkal itu.

Pada suatu hari sang kancil lewat di hadapan gua tempat seekor singa yang telah tua, yang tiada kuat lagi mencari makanan, hanya menunggu mangsanya dengan mempergunakan segenap kecerdikan.

Demi setelah kelihatan oleh singa tua itu sang kancil berjalan tiada berapa jauh dari pintu guanya,

lalu dengan mulut manis singa berkata : “Silahkan masuk ke dalam teratak burukku, wahai tuan Syekh Alim di Rimba! Janganlah segan-segan dan malu-malu!”

Dengan sudut mata yang tajam sang kacil melihat ke pintu gua, sambil tersenyum.

“Silahkan masuk, jangan segan-segan ya Syekh!” ujar singa pula.

“Terima kasih banyak-banyak, segala titah patik junjung, dault tuanku raja rimba. Harap diampun, tiadalah patik masuk menjunjung uli, melainkan patik akan segera pergi”

“Apakah sebabnya demikian?” tanya singa tua itu.

“Sebab patik lihat di muka pintu istana terlalu amat banyak jejak orang-orang yang masuk ke dalam, tetapi tidak sebuah jejak yang menghadap ke luar! Selamat tinggal, tuanku”

….silahkan di terjemahkan sendiri..

Iklan

About fsolihin

Lahir di desa kecil pintu gerbang Madura mengalirkan semangat kuat untuk berusaha maju, berbekal sedikit pengalaman dirantau, memberanikan diri berbagi demi kemajuan tanah kelahiran. Saat ini menjadi salah satu tenaga pendidik di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura demi merangkai asa dan cita untuk ikut serta dalam membangun bangsa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: